Unima Berdampak, Mahasiswa JPBSI Tampil Mendongeng di SD Satap Paputungan

17 April 2026   |   Operator Pendidikan Bahasa Indonesia

MINUT– Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (JPBSI) Universitas Negeri Manado (Unima) menggelar aksi kreatif dengan menampilkan dongeng bagi anak-anak di SD Satu Atap Desa Paputungan, Likupang, MInahasa Utara, pada Jumat (17/4/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari program "Kampus Berdampak" yang diinisiasi oleh Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unima.

Dua mahasiswa JPBSI, Putra Reygel Lomboh dan Indryani Rahel Horo, tampil memukau saat membawakan cerita-cerita dongeng asal Sulawesi Utara. Menggunakan gaya bercerita yang interaktif, keduanya berhasil menghidupkan kisah-kisah lokal di hadapan para siswa.

Dosen pendamping kegiatan, Profesor Kamajaya, menjelaskan bahwa program ini memiliki misi penting yang melampaui sekadar hiburan visual.

"Tujuannya selain untuk menghibur anak-anak, juga untuk mengajak dan melatih mereka agar piawai bercerita. Melalui dongeng, kita dapat mengasah keterampilan berbicara, menumbuhkan kepercayaan diri anak-anak sejak dini, dan yang tidak kalah penting adalah melestarikan nilai-nilai budaya lokal," ujar Profesor Kamajaya.

Kegiatan ini juga didampingi Ketua Jurusan Oldie Stevie Meruntu dan dosen PBSI Dian Arsa, serta sejumlah dosen pendamping lainnya untuk memberikan dukungan penuh bagi implementasi program ini.

Aksi mendongeng di Desa Paputungan ini dipastikan bukan menjadi gerakan yang sifatnya sementara. Pihak fakultas menegaskan bahwa program Kampus Berdampak ini akan terus berlanjut secara konsisten. Langkah ini diambil sebagai komitmen nyata Unima dalam memberikan kontribusi berkelanjutan bagi peningkatan literasi dan pelestarian budaya di wilayah-wilayah yang membutuhkan.