JPBSI Unima Gelar Kuliah Perdana Semester Genap: Soroti Etika Berbahasa dan Hoaks

03 February 2026   |   Operator Pendidikan Bahasa Indonesia

TONDANO – Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (JPBSI), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Manado (Unima) sukses menyelenggarakan kegiatan Kuliah Perdana untuk mengawali Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran dosen dan mahasiswa ini dilaksanakan pada Selasa, 3 Februari 2026, bertempat di Gedung Jurusan JPBSI.

Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Jurusan JPBSI, Oldie S. Meruntu, S.Pd., M.Pd, serta Wakil Dekan II FBS. Kuliah perdana kali ini menghadirkan dua narasumber yang mengangkat isu-isu krusial terkait peran bahasa di era informasi dan fenomena sosial terkini.

Peran Bahasa dalam Pencegahan Hoaks. Narasumber pertama, Bpk. Handy B.Y. Tumiwuda, ST, yang menjabat sebagai Koordiv Hukum, Pencegahan Parmas, dan Humas Bawaslu Kota Tomohon, membawakan materi mengenai "Peran Bahasa Indonesia dalam Pencegahan Hoaks dan Ujaran Kebencian Pemilu". Materi ini menekankan pentingnya penggunaan bahasa yang beretika untuk menjaga kondusivitas selama proses demokrasi. Narasumber utama, yaitu Prof. Dr. Uus Martinus Kamajaya Alkatuuk, M.S., seorang dosen senior di JPBSI, memaparkan materi berjudul "Paradoks Keadilan Viral: Kritik Hiperrealitas dan Dramaturgi dalam Fenomena 'Pramugari Gadungan'". Pemaparan ini mengajak peserta untuk bersikap kritis terhadap informasi yang berkembang di media sosial yang seringkali terjebak dalam dramaturgi dan realitas semu. Selain sesi materi, Ketua Jurusan JPBSI, Oldie S. Meruntu, memanfaatkan momentum ini untuk melakukan sosialisasi terkait kebijakan akademik di lingkungan jurusan.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA ini diakhiri dengan sesi diskusi dengan mahasiswa, menandai dimulainya rangkaian aktivitas akademik di JPBSI UNIMA untuk semester genap ini.